​PANGANDARAN, CEKBER.com – Suasana khidmat menyelimuti Lapangan Taruna Cijulang, Pangandaran, saat ribuan suara siswa bersahut-sahutan melantunkan 99 nama Allah. Festival Ramadhan 2026, yang merupakan hasil kolaborasi apik antara Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran, sukses mengubah wajah kabupaten pesisir ini menjadi pusat syiar Islam selama lima hari penuh.

​Perhelatan yang berlangsung pada 10-14 Maret 2026 ini bukan sekadar seremoni tahunan. Memasuki tahun keempat pelaksanaannya, festival ini mencatatkan skala yang jauh lebih masif dengan melibatkan seluruh jenjang pendidikan. Mulai dari PAUD, SD, hingga SMP di 10 kecamatan.

​Wisuda Akbar dan Keajaiban Satu Minggu

​Puncak perhatian tertuju pada Wisuda Akbar Asmaul Husna. Sekitar 1.000 peserta secara resmi diwisuda setelah menunjukkan kemahiran menghafal 99 Asmaul Husna, lengkap dengan gerakan dan terjemahannya.

​Secara total, gerakan ini diikuti oleh 36.000 siswa se-Kabupaten Pangandaran. Menariknya, para siswa mampu menguasai hafalan kompleks tersebut dalam waktu yang tergolong singkat.

​”Kami sangat terharu melihat semangat anak-anak. Hanya dalam waktu sekitar satu minggu lebih, mereka mampu menghafal Asmaul Husna beserta gerakan dan terjemahnya,” ujar Ketua AGPAII Pangandaran, Yusup Sidiq, S.Pd.I., M.Pd.

​Menurut Yusup, pencapaian ini membuktikan bahwa metode pembelajaran yang tepat dapat memacu akselerasi pemahaman nilai-nilai spiritual pada generasi muda.

​Syiar Digital dan Kepedulian Sosial

​Tak hanya soal hafalan, Festival Ramadhan 2026 juga menyentuh sisi kemanusiaan dan adaptasi teknologi:

  • ​Santunan Sosial: Penyaluran bantuan bagi 800 anak yatim dan dhuafa di 10 kecamatan.
  • ​Ketahanan Pangan Lokal: Pembagian 8.000 paket takjil hasil kolaborasi dengan UMKM lokal.
  • ​Dakwah Digital: Pemberian penghargaan bagi narasumber “Pendekar Silat Spesial Ramadhan” yang secara rutin mengisi konten tausyiah di kanal YouTube AGPAII Pangandaran.

​Rangkaian acara juga dimeriahkan dengan berbagai kompetisi, mulai dari lomba menyanyi islami, fashion show muslim, hingga lomba bedug yang diikuti oleh siswa, guru, hingga kepala sekolah.

​Semangat “Berkumpul dengan Orang Saleh”

​Kepala Disdikpora Pangandaran Soleh Supriyadi, S.Pd., M.Pd., yang secara resmi menutup acara, menyatakan kebanggaannya atas soliditas lintas sektor yang terbangun. Ia menekankan bahwa kegiatan ini selaras dengan visi pendidikan di Pangandaran.

​”Festival ini luar biasa karena mampu melibatkan banyak pihak. Ini sejalan dengan tagline Dinas Pendidikan yaitu berkumpul dengan orang-orang saleh,” ujar Soleh. Ia berharap momentum ini menjadi fondasi karakter bagi generasi muda Pangandaran agar tumbuh menjadi pribadi yang religius dan berakhlak mulia.

​Keberhasilan acara ini juga didukung secara swadaya oleh PGRI, Kementerian Agama, K3S, MKKS, serta para aghniya (dermawan) dan sponsor yang berpartisipasi tanpa ikatan, semata-mata demi mencari keberkahan di bulan suci.