PANGANDARAN, CEKBER.com – Hujan lebat dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, memicu terjadinya bencana tanah longsor pada Senin siang, 16 Februari 2026. Material longsor dari tebing setinggi 10 meter sempat melumpuhkan aktivitas warga dan menutup total akses jalan utama.
Peristiwa ini bermula sekitar pukul 13.00 WIB setelah wilayah tersebut diguyur hujan tanpa henti selama kurang lebih empat jam. Kondisi tanah yang labil di Dusun Cibeureum, Desa Cimanggu, tak mampu menahan resapan air hingga akhirnya runtuh menutupi badan jalan.
Akses Terputus, Alat Berat Dikerahkan
Ketua Tagana Pangandaran Nay Suryana mengonfirmasi, material tanah yang tebal sempat membuat kendaraan roda dua maupun roda empat sama sekali tidak dapat melintas. Personel Tagana segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat bersama warga, TNI dan Polri.
”Akses jalan sempat tertutup total. Kami bersama warga dan aparat setempat segera melakukan upaya pembersihan. Beruntung satu unit alat berat bisa segera dikerahkan ke lokasi untuk mempercepat evakuasi material longsor,” ujar Nay Suryana dalam keterangannya, Selasa 17 Februari 2026.
Satu Rumah Terancam Longsor Susulan
Meski dipastikan tidak ada korban jiwa, Nay menekankan adanya ancaman serius bagi pemukiman warga di bagian atas tebing. Berdasarkan hasil asesmen, terdapat satu rumah yang dihuni satu keluarga (3 jiwa) yang posisinya kini sangat riskan.
Pondasi bangunan rumah tersebut kini hanya berjarak sekitar 3 meter dari bibir tebing yang longsor. Jika hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi, potensi longsor susulan yang menyasar bangunan tersebut sangat besar.
Butuh Terpal untuk Mitigasi Darurat
Saat ini, tim di lapangan tengah mengupayakan langkah mitigasi jangka pendek. Nay menyebutkan, pihaknya membutuhkan bantuan logistik berupa terpal dalam waktu cepat.
”Kami sangat membutuhkan sedikitnya tiga buah terpal besar. Ini krusial untuk menutupi area halaman rumah dan bagian tebing yang terbuka agar air hujan tidak langsung meresap ke dalam tanah yang sudah labil,” tegas Nay.
Hingga berita ini diturunkan, aktivitas lalu lintas di jalur Langkaplancar mulai berangsur normal, namun warga diimbau untuk tetap waspada mengingat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di wilayah Pangandaran.






