WARTA  

Ida Nurlaela Wiradinata: KUD Minasari Adalah Benteng Ekonomi Nelayan Pangandaran

Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Hj. Ida Nurlaela Wiradinata.

​PANGANDARAN, CEKBER.com – Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Hj. Ida Nurlaela Wiradinata, melakukan kunjungan spesifik ke KUD Minasari, Pangandaran, Jawa Barat, Senin 23 Februari 2026.

Dalam kunjungan tersebut, politikus yang mewakili Dapil Jawa Barat X ini menyoroti peran vital koperasi dalam memutus rantai ketergantungan nelayan terhadap tengkulak melalui stabilitas harga dan penguatan modal mandiri.

​Ida mengatakan, keberhasilan KUD Minasari dalam mengelola simpanan wajib anggotanya telah menjadi instrumen perlindungan ekonomi yang konkret.

​Penyangga di Kala Paceklik

​Dalam dialognya, Ida Nurlaela menyebut KUD Minasari sebagai institusi yang “melegenda” di pesisir selatan. Saat ini, perputaran uang di koperasi tersebut diklaim mencapai angka yang signifikan, yakni sekitar Rp 2 miliar per dua minggu, meski dalam kondisi cuaca yang kurang menentu.

Baca juga:  Waspada! Hujan Lebat Berpotensi Melanda Sejumlah Wilayah hingga 4 Maret Mendatang

​”Ini bukan sekadar bantuan sosial, tapi hasil dari simpanan wajib anggota. Koperasi ini hadir sebagai penyangga saat musim paceklik, memastikan nelayan tetap memiliki bantalan ekonomi,” ujar Ida.

​Melawan Fluktuasi Harga

​Salah satu poin krusial yang disoroti Ida adalah peran koperasi sebagai buyer (pembeli) siaga. Dengan adanya sistem lelang dan penampungan yang terorganisir, harga ikan di Pangandaran relatif lebih stabil dibandingkan daerah lain yang tidak memiliki koperasi kuat.

​”Biasanya kalau barang melimpah, harga jatuh. Di sini, KUD Minasari berperan menjaga agar harga tetap pada standar yang menguntungkan nelayan. Mereka punya jaringan pembeli yang sudah terjamin kualitasnya,” terangnya.

​Tantangan Infrastruktur Ekspor

​Meski memuji manajemen koperasi, Ida Nurlaela tidak menutup mata terhadap kendala infrastruktur. Ia mencatat, fasilitas pelabuhan di Pangandaran saat ini masih berstatus “semi-pelabuhan”. Hal ini dianggap sebagai hambatan teknis untuk menggenjot volume ekspor secara masif.

Baca juga:  DPRD Pangandaran Desak 275 Pelaku Wisata Air Segera Urus Izin Usaha

​”Ikan kita ini juara, segar sekali karena langsung dari laut. Tapi kita butuh fasilitas penampungan dan dermaga yang lebih representatif untuk skala ekspor. Ini yang akan kami koordinasikan dengan kementerian terkait,” tegas Ida.

​Menurutnya, kualitas produk laut Pangandaran memiliki keunikan tersendiri dibandingkan daerah lain. Kecepatan distribusi dari kapal ke pasar menjadi kunci mengapa produk lokal sangat diminati oleh pasar luar negeri.

​Kunjungan ini mempertegas posisi Ida Nurlaela sebagai anggota legislatif yang fokus pada penguatan ekonomi kerakyatan di wilayah Ciamis, Kuningan, Banjar dan Pangandaran selama periode 2024–2029.

error: Content is protected !!