PANGANDARAN, CEKBER.com – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran menggelar aksi massal bertajuk “Gebyar Tanam Jagung” secara serentak pada Rabu 18 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program Pendidikan Karakter Melesat yang digagas oleh Bupati Pangandaran Citra Pitriyami.
Aksi ini melibatkan ribuan peserta didik dari 768 satuan pendidikan di seluruh Kabupaten Pangandaran, yang terdiri dari 425 PAUD/TK, 287 SD dan 56 SMP. Seluruh sekolah terhubung secara daring melalui Zoom Meeting untuk mengoordinasikan penanaman secara real-time.
Implementasi Green School
Kepala Disdikpora Pangandaran Soleh Supriadi menjelaskan, kegiatan ini adalah tindak lanjut dari konsep green school. Dalam pelaksanaannya, siswa tidak hanya menanam, tetapi juga diedukasi cara memilah bibit unggul, menyiapkan media tanam, hingga proses perawatan.
”Kami ingin sekolah menjadi laboratorium hidup. Setelah panen nanti, hasilnya akan diedukasi kembali oleh guru mengenai cara pengelolaannya agar memberikan nilai tambah,” ungkap Soleh saat memantau kegiatan di SMP Negeri 2 Parigi.
Siswa memanfaatkan berbagai media untuk menanam, mulai dari lahan pekarangan sekolah, polybag, hingga pemanfaatan barang bekas seperti potongan galon sebagai bentuk edukasi lingkungan.
Pesan Bupati: Membentuk Karakter Pekerja Keras
Bupati Pangandaran Citra Pitriyami berharap melalui kegiatan ini anak-anak di Pangandaran tumbuh menjadi pribadi yang memiliki jiwa kewirausahaan dan semangat kolaborasi. Selain itu, keterampilan bertani dianggap sebagai bekal penting untuk masa depan.
”Sejak dini mereka diharapkan memiliki keterampilan bertani seperti orang tua atau kakek mereka dulu. Ini adalah bekal dan salah satu cara bertahan hidup serta menjaga kemandirian pangan di masa depan nanti,” tegas Citra.
Edukasi Pertanian Digital
Untuk memastikan gerakan ini masif, setiap satuan pendidikan diwajibkan menyiarkan proses penanaman di lokasi masing-masing melalui tautan bit.ly/KICKOFFTANAMJAGUNG. Teknologi ini memudahkan dinas untuk memantau bahwa semangat ketahanan pangan telah merata hingga ke sekolah-sekolah di pelosok Pangandaran.
Program ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi kurikulum praktis yang mampu mencetak generasi muda Pangandaran yang mandiri dan sadar akan potensi agraria daerahnya.






