PANGANDARAN, CEKBER.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran melaporkan posisi saldo kas umum daerah yang mencapai Rp 13,01 miliar per Jumat 17 April 2026. Angka ini menunjukkan pertumbuhan positif dibandingkan saldo awal pada periode 10 April 2026 yang tercatat sebesar Rp 10,52 miliar.
Kenaikan saldo kas ini dipicu oleh realisasi pendapatan daerah yang cukup signifikan dalam kurun waktu sepekan. Berdasarkan data yang dirilis, total pendapatan dari periode 10 hingga 16 April 2026 menembus angka Rp 10,61 miliar.
Pajak Daerah dan Retribusi Jadi Motor Utama
Sektor Pajak Daerah masih menjadi tulang punggung pembiayaan di kabupaten yang mengandalkan pariwisata ini, dengan kontribusi mencapai Rp 5,35 miliar. Selain itu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) lainnya yang sah, termasuk retribusi, menyumbang sebesar Rp 2,75 miliar.
”Kami terus memantau posisi kas secara berkala untuk memastikan tata kelola keuangan daerah yang transparan,” ujar presenter dalam laporan resmi tersebut dengan latar belakang ikonik Pantai Batu Hiu.
Selain dari sektor pajak dan retribusi, kas daerah juga mendapat sokongan dari Dana Bagi Hasil (DBH) Provinsi sebesar Rp 1,15 miliar dan DBH Pusat senilai Rp 974,37 juta. Sementara itu, opsi pajak kendaraan bermotor tercatat menyumbang Rp 381,87 juta.

Realisasi Belanja: Infrastruktur dan Pegawai
Di sisi pengeluaran, Pemkab Pangandaran telah merealisasikan belanja sebesar Rp 8,13 miliar dalam periode yang sama. Alokasi terbesar terserap pada Belanja Modal yang mencapai Rp 5,75 miliar, disusul oleh Belanja Barang dan Jasa sebesar Rp 898,99 juta.
Adapun rincian belanja lainnya mencakup:
- Belanja Pegawai: Rp 63,07 juta.
- Belanja Bantuan Keuangan (ADD): Rp 324,26 juta.
- Belanja Uang Persediaan: Rp 943,36 juta.
- Belanja Tidak Terduga: Rp 149,15 juta.
Dengan sisa saldo kas saat ini, Pemkab Pangandaran optimistis dapat terus menjalankan program pembangunan di tengah geliat promosi wisata “Pangandaran Melesat”.
Efisiensi belanja dan penguatan sektor PAD menjadi kunci bagi kabupaten ini untuk menjaga stabilitas fiskal hingga akhir tahun anggaran. ***







Tinggalkan Balasan