WARTA  

Persiapan Ramadhan, Keluarga Besar MIN 3 Pangandaran Gelar Tarhib

Keluarga besar Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Pangandaran menggelar kegiatan Tarhib Ramadhan pada Jumat, 13 Februari 2026.

PANGANDARAN, CEKBER.com – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H, keluarga besar Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Pangandaran menggelar kegiatan Tarhib Ramadhan pada Jumat, 13 Februari 2026. Acara ini bukan sekadar seremoni rutin, melainkan upaya penguatan spiritual sekaligus penghormatan terhadap sejarah panjang madrasah.

​Kegiatan yang berlangsung khidmat ini melibatkan seluruh elemen sekolah, mulai dari dewan guru, staf, hingga ratusan siswa. Turut hadir tokoh masyarakat sekaligus Ketua Komite, Ustadz Adang, serta Ustadz Heri yang mewakili unsur orang tua siswa.

​Penguatan Fikih Puasa bagi Siswa

​Dalam rangkaian acara tersebut, Ustadz Adang memberikan tausiyah mendalam mengenai aspek hukum ibadah puasa. Ia menekankan pentingnya memahami syarat, rukun, hingga hal-hal yang dapat membatalkan puasa sejak dini.

​”Materi ini krusial untuk membangun pemahaman dan semangat siswa agar mereka tidak hanya ikut-ikutan berpuasa, tetapi menjalankannya dengan benar sesuai syariat,” ujar Ustadz Adang di sela-sela kegiatan.

 

Baca juga:  Keselamatan Pasien Jadi Prioritas, RSUD Pandega Pangandaran Perkenalkan Code Red

​Merawat Ingatan: Tawasul untuk Para Pendiri

​Ada yang istimewa dalam Tarhib tahun ini. Selain pembacaan Surah Yasin dan sholawat mahalul qiyam, pihak madrasah secara khusus menggelar sesi tawasul.

​Wali Kelas 6 MIN 3 Pangandaran, Hj. Patimah, M.Pd.I, menjelaskan bahwa tawasul ini memiliki dimensi historis yang kuat. Menurutnya, keluarga besar madrasah tidak boleh melupakan akar sejarah berdirinya lembaga ini.

​”Tawasul ini bertujuan memanjatkan doa kepada arwah leluhur yang telah memberikan sumbangsih besar atas berdirinya MIN 3 Pangandaran sejak tahun 1969. Kami ingin berbagi kebahagiaan menyambut Ramadhan sembari mengingat jasa para tokoh perintis,” ungkap Patimah.

​Sinergi Madrasah dan Orang Tua

​Kehadiran Ustadz Heri yang memimpin sesi tawasul dan sholawat menjadi simbol kuatnya sinergi antara pihak sekolah dan orang tua siswa. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang harmonis dan religius.

Baca juga:  Proyek Relokasi PKL Sukahurip Terancam Longsor, Aktivis: "Ini Kandang Manusia, Bukan Kandang Kucing!"

​Acara ditutup dengan prosesi musyafahah atau bersalam-salaman. Seluruh peserta didik dan tenaga pendidik saling memaafkan, sebuah tradisi khas nusantara untuk membersihkan hati sebelum memasuki bulan penuh berkah.

error: Content is protected !!