PANGANDARAN, CEKBER.com – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pangandaran, Sarlan, S.IP, secara resmi mengajak seluruh lapisan masyarakat di wilayahnya untuk berpartisipasi aktif dalam Sensus Ekonomi 2026.
Agenda nasional yang akan dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) ini dijadwalkan berlangsung pada Mei hingga Juni 2026 mendatang.
Menurut Sarlan, Sensus Ekonomi merupakan instrumen krusial bagi pemerintah dalam memetakan potensi sekaligus tantangan ekonomi di daerah. Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi pijakan dalam perumusan kebijakan pembangunan yang lebih presisi.
”Partisipasi aktif masyarakat adalah pondasi utama bagi kemajuan bangsa, khususnya untuk membawa Kabupaten Pangandaran melesat lebih jauh lagi,” ujar Sarlan dalam keterangannya, Sabtu 28 Februari 2026.
Data Akurat, Kebijakan Tepat
Sarlan menekankan pentingnya keterbukaan masyarakat saat berhadapan dengan petugas sensus. Ia meminta warga untuk memberikan jawaban yang benar, jujur dan akurat.
Kejujuran dalam memberikan data ekonomi, menurutnya, bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bentuk kontribusi nyata dalam pembangunan daerah.
”Kami mengimbau warga untuk menyambut kedatangan petugas sensus dengan tangan terbuka. Sampaikan kondisi ekonomi apa adanya agar data yang terkumpul valid dan dapat dipertanggungjawabkan,” tambahnya.
Sinergi Pajak dan Pembangunan
Selain mengajak masyarakat menyukseskan sensus, Sarlan juga kembali mengingatkan pentingnya kesadaran membayar pajak. Baginya, data ekonomi yang kuat dan kepatuhan pajak adalah dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan dalam upaya memajukan ekonomi lokal.
Dengan slogan “Bangga Bayar Pajak, Pangandaran Melesat”, Bapenda berharap momentum Sensus Ekonomi 2026 ini juga dapat meningkatkan literasi ekonomi masyarakat.
Harapannya, melalui basis data yang kuat, Kabupaten Pangandaran mampu mengoptimalkan potensi wisatanya dan sektor ekonomi lainnya secara berkelanjutan.






