PANGANDARAN, CEKBER.com – Ketika fajar baru saja menyingsing di cakrawala Pantai Pangandaran, deru mesin dan tiupan peluit petugas Dinas Perhubungan (Dishub) sudah menggema. Sejak selepas subuh, saat mayoritas wisatawan masih terlelap atau sekadar menanti matahari terbit, jajaran Dishub Kabupaten Pangandaran telah bersiaga di titik-titik krusial untuk menjinakkan potensi gridlock atau kunci kemacetan.
Libur panjang pertengahan Februari 2026, yang bertepatan dengan momen Tahun Baru Imlek pada Selasa 17 Februari, memicu lonjakan drastis volume kendaraan. Ribuan mobil pribadi dari Jakarta dan Jawa Tengah, serta bus-bus pariwisata asal Jawa Barat, menyemut di kawasan Pantai Barat dan Pantai Timur.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran, Nana Sukarna, turun langsung memimpin operasi penertiban. Baginya, kesigapan personel di jam-jam rawan, bahkan sebelum aktivitas wisata dimulai sepenuhnya adalah harga mati demi kenyamanan publik.
”Kami terus bergerak sejak pagi. Meskipun kondisi di lapangan belum sempurna, kami konsisten melakukan sosialisasi kepada pengendara yang sudah parkir sejak dini hari,” ujar Nana Sukarna saat memantau situasi di titik kepadatan.
Nana mengakui bahwa tantangan di lapangan tidaklah ringan. Di tengah keterbatasan rambu-rambu permanen di beberapa ruas jalan baru, personel Dishub dituntut bekerja ekstra dengan pendekatan yang persuasif. Petugas tidak sekadar melakukan sterilisasi, melainkan memberikan edukasi agar wisatawan tidak memarkirkan kendaraan di bahu jalan yang dapat memicu penyempitan arus.
”Ini bukan sekadar mengusir, tapi memberikan informasi dan edukasi. Kami arahkan mereka ke kantong parkir yang tepat agar alur kendaraan tetap mengalir,” tambah Nana.
Prediksi Dishub menunjukkan bahwa eskalasi kepadatan akan mencapai puncaknya pada tengah hari, antara pukul 11.00 hingga 12.00 WIB. Dengan jumlah pengunjung yang diperkirakan menembus angka puluhan ribu orang, kehadiran personel Dishub di lapangan sejak subuh menjadi krusial untuk memastikan denyut nadi pariwisata Pangandaran tetap lancar tanpa hambatan berarti.
Langkah preventif ini diharapkan dapat mempertahankan reputasi Pangandaran sebagai destinasi unggulan yang tetap tertib, meski di tengah kepungan arus wisatawan dari berbagai penjuru.






