Simak profil inspiratif Susi Pudjiastuti, mantan Menteri KKP yang dikenal dengan kebijakan tenggelamkan kapal. Dari pengepul ikan Pangandaran hingga mendunia.
Lautan, Tato dan Diplomasi ‘Tenggelamkan’
LANGKAH kakinya tegap di atas pasir pantai Pangandaran. Rambutnya yang seringkali berantakan diterpa angin laut tak pernah menyurutkan wibawanya. Bagi Susi Pudjiastuti, laut bukan sekadar hamparan air asin; ia adalah ruang hidup, meja makan bangsa dan panggung di mana harga diri Indonesia dipertaruhkan.
Nama Susi mencuat bukan karena deretan gelar akademis yang mentereng di belakang namanya. Sebaliknya, ia adalah bukti sahih bahwa integritas dan keberanian jauh lebih tajam daripada selembar ijazah formal. Berhenti sekolah saat SMA, Susi justru belajar langsung dari “universitas alam”.
Dari Pengepul Ikan Menjadi Ratu Logistik
Kisah sukses Susi dimulai dari modal yang sangat minim. Dengan uang Rp750.000 hasil menjual perhiasannya, ia mulai menjadi pengepul ikan di Pangandaran pada tahun 1983. Ketekunannya membuahkan hasil hingga ia berhasil mendirikan pabrik pengolahan ikan PT ASI Pudjiastuti Marine Product.
Namun, kendala utama ekspor ikan segar adalah logistik. Ikan yang lambat sampai ke pasar luar negeri akan turun kualitasnya. Inilah yang memicu naluri bisnisnya untuk membeli pesawat demi mengangkut hasil laut. Dari satu pesawat Cessna itulah, Susi Air lahir dan bertransformasi menjadi maskapai perintis yang menjangkau pelosok negeri.
Gebrakan di Kursi Menteri KKP
Saat Presiden Joko Widodo menunjuknya sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) pada 2014, publik sempat skeptis. Gayanya yang nyentrik, gemar merokok di pinggir pantai, dan memiliki tato dianggap tidak “protokoler”. Namun, Susi membalas keraguan itu dengan kebijakan yang paling berani dalam sejarah maritim Indonesia.
- Pemberantasan Illegal Fishing: Susi tak segan meledakkan kapal asing yang tertangkap mencuri ikan di perairan Indonesia.
- Kebijakan Berkelanjutan: Ia melarang penggunaan cantrang yang merusak ekosistem laut.
- Diplomasi Maritim: Susi berhasil menempatkan Indonesia sebagai negara yang disegani dalam forum kelautan internasional.
”Ikan-ikan itu tidak punya paspor. Mereka berenang ke mana saja, tapi saat berada di laut kita, mereka adalah milik rakyat Indonesia,” kata Susi Pudjiastuti.
Mengapa Susi Pudjiastuti Begitu Inspiratif?
Susi adalah representasi dari autentisitas. Ia tetap menjadi dirinya sendiri, baik saat berada di atas kapal patroli maupun saat berbicara di forum PBB.
Pelajaran Penting dari Sosok Susi:
- Keberanian Mengambil Risiko: Berhenti sekolah bukan untuk menyerah, tapi untuk fokus pada potensi diri.
- Kepedulian Lingkungan: Konsistensinya menjaga laut tetap biru adalah warisan bagi generasi mendatang.
- Integritas Tanpa Batas: Susi membuktikan bahwa jabatan bukan tempat mencari kekayaan, melainkan alat untuk membuat perubahan.
Laut Adalah Masa Depan
Kini, meski tak lagi menjabat sebagai menteri, Susi tetap aktif menyuarakan isu-isu lingkungan melalui media sosial dan berbagai gerakan masyarakat. Ia tetaplah “Ibu Laut” bagi para nelayan. Kisahnya mengingatkan kita bahwa kedaulatan bukan hanya soal senjata, tapi soal keberanian untuk berkata “tidak” pada ketidakadilan.


