PANGANDARAN, CEKBER.com – Seorang pengunjung asal Bandung dilaporkan hilang setelah terseret arus di Pantai Barat Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Peristiwa kecelakaan laut ini terjadi pada Jumat 17 Juli 2026 sekitar pukul 18.00 WIB.
Hingga Sabtu 18 Juli 2026, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, dan petugas penjaga pantai (lifeguard) masih terus melakukan upaya pencarian di sepanjang lokasi kejadian. Proses pencarian ini bahkan ditinjau langsung oleh Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami.
Kronologi Kejadian
Menurut informasi di lapangan, korban berenang di area Pantai Barat Pangandaran saat hari sudah menjelang malam. Arus laut yang kuat pada sore dan malam hari itu diduga menjadi penyebab korban terhempas dan terseret hingga ke tengah laut.
Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami menjelaskan, insiden tersebut terjadi di luar waktu yang diperbolehkan untuk aktivitas berenang. Selain itu, lokasi kejadian juga berada di zona terlarang.
”Batas waktu beraktivitas dan berenang di pantai itu sebenarnya hanya sampai pukul 17.00 WIB. Setelah jam itu, sudah tidak boleh ada yang berenang karena patroli petugas juga berakhir di jam tersebut. Sementara kejadian ini diperkirakan terjadi sekitar pukul 17.30 hingga 18.00 WIB,” ujar Citra saat memantau lokasi pencarian.
Citra menambahkan, kondisi visual ombak di permukaan saat itu mungkin terlihat kecil dan relatif tenang. Namun, kondisi arus bawah laut di kawasan tersebut sebenarnya sangat kencang dan membahayakan.
Imbauan untuk Wisatawan
Berkaca dari kejadian ini, Pemerintah Kabupaten Pangandaran kembali memperingatkan dengan tegas kepada seluruh wisatawan agar selalu mematuhi rambu-rambu dan regulasi keselamatan yang berlaku di kawasan pantai.
”Kami mengimbau kepada seluruh wisatawan, tolong ikuti aturan yang sudah ditentukan oleh pemerintah daerah. Jam berenang ada batasnya. Jangan memaksakan diri, terutama di zona-zona yang sudah jelas dilarang untuk berenang demi keselamatan bersama,” tegas Citra.
Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih menyisir perairan Pantai Barat Pangandaran menggunakan kapal penyelamat dan jetski milik Basarnas. Pemerintah daerah berharap korban dapat segera ditemukan dalam waktu dekat.






Tinggalkan Balasan