​PANGANDARAN, CEKBER.com – PT Afna Digital Indonesia (Afnalink) menggelar forum Meet & Gathering bersama mitra dan pemangku kepentingan di Hotel Horison Palma Pangandaran, Kamis 20 Agustus 2026. Pertemuan ini difokuskan pada penguatan aspek legalitas mitra penyedia layanan internet (ISP), restrukturisasi manajemen jaringan, serta percepatan pemerataan infrastruktur telekomunikasi di tingkat lokal.

​Diskominfo Soroti Ketertiban Kabel dan Transformasi Digital

​Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pangandaran, Tonton Guntari, menyambut positif kolaborasi bersama penyedia jasa internet lokal. Namun, ia memberi catatan khusus terkait kepatuhan izin distribusi jaringan serta kerapian infrastruktur fisik di ruang publik.

​”Secara prinsip silaturahmi ini sangat bagus untuk merangkul potensi lokal. Yang kami tekankan adalah legal formal para mitra ke bawahnya agar benar-benar dibenahi. Dari sisi pemerintah daerah, sorotan utama menyangkut ketertiban pemasangan kabel agar tidak semrawut dan tetap menjaga estetika daerah,” ujar Tonton di sela acara.

​Tonton menambahkan, tertibnya infrastruktur jaringan menjadi salah satu pilar penunjang implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) atau digitalisasi pemerintahan yang sedang digenjot Pemkab Pangandaran.

​Fokus Perkuat Manajemen Mitra dan Layanan Jartaplok

​CEO PT Afna Digital Indonesia, Arif Awaludin menyatakan, agenda pertemuan ini lahir dari hasil evaluasi terhadap operasional mitra di lapangan yang masih memerlukan penguatan dari sisi manajerial dan kepatuhan regulasi.

​”Dari sisi korporasi induk, izin ISP resmi sudah kami kantongi sejak 2022 dan dilanjutkan dengan izin jaringan tetap lokal (jartaplok) berbasis fiber optic. Melalui gathering ini, kami ingin memastikan manajemen dan legalitas seluruh mitra berjalan selaras, sehingga operasional lebih efektif, efisien, dan taat aturan,” kata Arif.

​Ekspansi Jaringan Menengah ke Bawah

​Memulai penetrasi pasar dari segmen mid-to-low, Afnalink saat ini telah melayani sekitar 8.000 hingga 10.000 pelanggan rumah tangga yang disokong oleh 41 Point of Presence (POP).

​Untuk menjamin keandalan distribusi data, perusahaan mengoperasikan dua pusat data (data center) yang berlokasi di NeuCentrIX Bandung dan Gedung Cyber Jakarta. Selain layanan konektivitas ritel, perusahaan juga memperluas portofolio bisnis ke ranah colocation server serta penyediaan solusi sistem integrator bagi masyarakat dan instansi.