PANGANDARAN, CEKBER.com – Bupati Pangandaran Citra Pitriyami membeberkan detik-detik menegangkan saat insiden patahnya kabel baja (sling) jembatan gantung di wilayahnya saat peresmian.

Peristiwa tersebut terjadi pada hari Minggu sekitar pukul 16.15 WIB, ketika ia hadir memenuhi undangan Dandim untuk meresmikan Jembatan Gantung Pongpet yang berlokasi di Dusun Margajaya, Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran.

​Guncangan Hebat di Tengah Jembatan

​Setelah disambut oleh iring-iringan warga dan prosesi gunting pita selesai, rombongan mulai berjalan melintasi jembatan. Namun, ketika rombongan tiba di tengah struktur jembatan, guncangan hebat mulai terasa.

​”Di agak tengah itu sudah mulai goyang dan terasa tidak stabil. Saya sempat tengok ke belakang dan memberi instruksi agar rombongan mundur,” ujar Citra saat ditemui di ruang kerjanya, Pendopo Bupati Pangandaran, Parigi, Selasa 1 September 2026.

​Tidak lama setelah peringatan tersebut, salah satu sling penahan jembatan di bagian kanan patah. Akibatnya, posisi jembatan langsung miring drastis dan membuat sebagian besar orang di atasnya terpental.

​Momen Kritis dan Aksi Penyelamatan

​Citra menceritakan posisinya saat itu berada di pertengahan jembatan. Meski ikut terguncang dan sempat hilang keseimbangan hingga posisi badan setengah tengkurap dan merangkak, ia berusaha menyelamatkan diri dengan berpegangan erat pada pelat besi penopang struktur jembatan.

​”Posisi saya sudah setengah tengkurap. Saya pegang erat pelat besi di tengah pijakan kayu,” tuturnya.

​Dalam kondisi kritis tersebut, Camat Cijulang yang berada di dekatnya langsung sigap menarik tangan kanan Bupati untuk dievakuasi ke tepi jembatan hingga selamat.

​Tangan Bengkak dan Pengakuan Tanpa Firasat

​Akibat insiden tersebut, Citra mengaku mengalami luka bengkak pada pergelangan tangannya. Ia sendiri tak menyadari pasti kapan pergelangan tangannya cedera, apakah karena menahan beban tubuh saat jatuh atau benturan terbanting.

​Saat ditanya mengenai firasat sebelum kejadian, Citra menegaskan sama sekali tidak merasakan firasat buruk apapun. Menurutnya, kedatangannya murni untuk memenuhi undangan kegiatan.

Sebelum jembatan putus, Kepala Desa Margacinta di belakangnya sempat menanyakan apakah ia merasa takut. Namun, Citra saat itu menjawab tidak takut karena menganggap jembatan tersebut baru diperbaiki.

​Kelebihan Kapasitas Penyeberang

​Citra mengakui rasa panik yang dirasakannya mengingat jurang di bawah jembatan memiliki kedalaman sekitar 20 meter dengan dasar berupa bebatuan besar tanpa aliran air karena musim kemarau.

​Menurutnya, insiden tersebut disebabkan oleh kelebihan beban (over kapasitas). Sebagai rombongan paling depan bersama awak media, ia tidak menyadari banyaknya warga yang ikut melintas di belakangnya.

​”Kapasitasnya memang melebihi beban hingga akhirnya sling penahan putus. Saya baru tahu dari video yang viral kalau yang melintas di belakang ternyata sangat ramai,” ucap Citra.