​PANGANDARAN, CEKBER.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega Pangandaran genap berusia enam tahun. Di usia yang masih belia ini, rumah sakit plat merah tersebut terus memacu diri menjadi pusat rujukan kesehatan utama di pesisir selatan Jawa Barat.

​Perayaan HUT ke-6 RSUD Pandega yang digelar pada Senin 30 Maret 2026, menjadi momentum refleksi bagi jajaran manajemen. Acara ini dihadiri oleh Bupati Pangandaran Citra Pitriyami, jajaran DPRD, Kapolres AKBP Ikrar Potawari, Dandim 0625 Pangandaran Letkol Czi Citra Kurniawan, hingga sosok perintis RSUD Pandega, Jeje Wiradinata beserta istri, Ida Nurlaela Wiradinata.

​Menghapus Jejak Rujukan ke Luar Kota

​Dalam sambutannya, Citra Pitriyami menegaskan, kehadiran RSUD Pandega telah mengubah peta akses kesehatan masyarakat. Jika dulu warga Pangandaran harus menempuh perjalanan jauh ke kota lain untuk mendapatkan perawatan medis tertentu, kini fasilitas tersebut sudah tersedia di daerah sendiri.

​”Saat ini kita sudah memiliki berbagai layanan unggulan, seperti fasilitas cuci darah (hemodialisa) dan dokter spesialis jantung. Ke depan, kami akan terus melengkapi fasilitas yang ada,” ujar Citra.

​Bupati perempuan pertama Pangandaran ini juga memberikan catatan khusus mengenai kedisiplinan. Ia menekankan agar operasional pelayanan sudah harus siap tepat waktu.

​”Pukul 08.00 WIB pagi sudah harus siap melayani pasien. Kritik yang masuk harus jadi bahan evaluasi. Perawat dan dokter harus bekerja harmonis dan profesional,” tegasnya.

​Warisan Strategis dan Transformasi “Raksa Rahayu”

​RSUD Pandega bukan sekadar bangunan fisik, melainkan proyek ambisius yang lahir di masa kepemimpinan Jeje Wiradinata (Bupati periode 2016-2024). Dibangun dengan alokasi anggaran mencapai Rp180 miliar hingga Rp266 miliar, proyek ini sempat dianggap berisiko tinggi mengingat keterbatasan APBD saat itu.

​”Di tengah keterbatasan, ini adalah langkah besar untuk kepentingan masyarakat,” kenang Jeje Wiradinata yang hadir dalam seremoni tersebut.

​Direktur RSUD Pandega, dr. Titi Sutiamah menjelaskan, tema “Raksa Rahayu” diangkat sebagai ruh pelayanan tahun ini. Nama tersebut bukan sekadar slogan, melainkan komitmen untuk menjaga, merawat dan menghadirkan keselamatan bagi pasien.

​”Kami tidak ingin hanya menjadi tempat berobat, tapi juga ruang harapan dan pemulihan. Saat ini, kami tengah membangun gedung KJSU (Kanker, Jantung, Stroke dan Uronefrolog) untuk memperkuat layanan spesialis,” tutur dr. Titi.

​Kilas Balik dan Apresiasi

​RSUD Pandega memiliki sejarah unik karena diresmikan secara virtual oleh Gubernur Jawa Barat saat itu, Ridwan Kamil, pada 4 April 2020, tepat saat pandemi Covid-19 mulai melanda. Sejak saat itu, rumah sakit ini menjadi garda terdepan penanganan kesehatan di Pangandaran.

​Kepala Dinas Kesehatan Pangandaran Yadi Sukmayadi menambahkan, semangat Raksa Rahayu harus termanifestasi dalam tindakan nyata. “RSUD harus mampu melesat lebih baik dan menjaga kepercayaan masyarakat,” katanya.

​Acara puncak ditandai dengan pemotongan kue oleh dr. Titi Sutiamah dan pemberian penghargaan kepada tenaga kesehatan serta sejumlah Puskesmas di Kabupaten Pangandaran yang dinilai menunjukkan performa pelayanan terbaik. ***