BERITA PANGANDARAN – Upaya pencarian atlet terjun payung Widiasih (58) yang terjatuh dan tenggelam di perairan sekitar Pantai Batukaras, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, memasuki hari kedua pada Rabu 31 Desember 2025. Proses pencarian masih dilakukan secara intensif oleh tim SAR gabungan.

Tim SAR dibantu Satpolairud Polres Pangandaran serta Polairud Polda Jawa Barat dengan mengerahkan personel tambahan, termasuk tim penyelam dan peralatan pendukung pencarian di laut. Namun, kondisi cuaca menjadi tantangan utama dalam operasi pencarian tersebut.

Cuaca mendung disertai angin kencang dan hujan menyulitkan pencarian melalui jalur laut. Kendati demikian, tim tetap berupaya maksimal dengan menyesuaikan metode pencarian sesuai kondisi di lapangan.

Pencarian dilakukan dengan menyisir sepanjang pesisir Pantai Batukaras hingga perairan sekitar muara Sungai Cijulang. Sejumlah sarana laut seperti perahu, jetski, serta penyelam andal dikerahkan untuk mencari korban di titik awal tenggelam.

Pantauan di lapangan pada Rabu sore sekitar pukul 15.30 WIB, fokus pencarian berada di rentang Pantai Bojongsalawe, Batukaras, hingga muara Sungai Cijulang. Satpolairud Pangandaran dan Polairud Polda Jabar turun langsung secara bersamaan dalam operasi tersebut.

Direktur Polairud Polda Jawa Barat, Kombes Pol Edward Indharmawan Eka Chandra mengatakan, pihaknya telah menambah tim selam guna membantu pencarian korban. Namun, upaya tersebut sempat terhenti akibat cuaca yang tidak memungkinkan.

“Kondisi cuaca tidak memungkinkan untuk penyelam. Karena itu kami menurunkan peralatan robotik untuk meninjau pencarian sesuai titik koordinat,” kata Edward kepada wartawan.

Edward mengungkapkan, pada hari kedua pencarian, tim menemukan helm milik korban yang diduga menjadi petunjuk keberadaan Widiasih. Sebelumnya, parasut yang digunakan korban juga telah ditemukan.

“Parasut korban sudah ditemukan kemarin dan hari ini helmnya. Kendala utama saat ini masih faktor cuaca. Keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama dalam operasi pencarian,” ungkapnya.

“Jangan sampai niat menolong orang justru membahayakan keselamatan anggota,” tegasnya.

Untuk mengatasi keterbatasan kondisi laut, pihaknya memaksimalkan penggunaan alat robotik bawah laut guna memantau kondisi perairan dan membantu menentukan titik pencarian.

“Robotik ini memudahkan penyelam mengetahui posisi korban. Alat ini mampu menjangkau kedalaman hingga 150 meter dan bisa ditambah kabel bila diperlukan,” ucapnya.