PANGANDARAN, CEKBER.com – Kabar duka menyelimuti keluarga besar TNI Angkatan Laut (AL). Salah satu putra terbaik asal Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Prada Marinir Andi Suvio, gugur dalam tugas usai terlibat kontak senjata dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Papua Barat Daya, Minggu 22 Maret 2026.
Prada Andi Suvio, warga Bojongjati, Desa Pananjung, Kecamatan/Kabupaten Pangandaran, merupakan personel Satuan Yonif 7 Marinir. Ia gugur dalam baku tembak yang terjadi di Kampung Sori, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, sekitar pukul 06.35 WIT.
Proses Evakuasi dan Pemulangan Jenazah
Komandan Pos TNI AL (Posal) Pangandaran, Letda Laut Dadang Darjat mengonfirmasi, jenazah almarhum telah dievakuasi dari Sorong dan tiba di Jakarta pada Senin pagi, 23 Maret 2026.
”Jenazah tiba di Bandara Soekarno-Hatta pukul 10.15 WIB, kemudian dibawa ke Mako Brigif 1 Marinir Cilandak untuk upacara persemayaman,” ujar Dadang saat dihubungi.
Setelah prosesi di Jakarta selesai, jenazah langsung diberangkatkan menuju kampung halamannya di Pangandaran menggunakan kereta merta. “Diperkirakan tiba di rumah duka nanti malam,” tambahnya.
Pemakaman Secara Militer
Atas permintaan pihak keluarga, jenazah Prada Andi Suvio akan langsung dimakamkan pada malam hari ini di Bojongjati. Sebagai bentuk penghormatan terakhir atas pengabdiannya kepada negara, prosesi pemakaman akan dilaksanakan dengan upacara militer.
Upacara pelepasan jenazah tersebut dijadwalkan akan dipimpin oleh Tim Matzah dari Lanal Bandung. “Keluarga korban di Pangandaran sudah meminta untuk dimakamkan di sini,” kata Letda Dadang.
Kronologi Kontak Tembak di Maybrat
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden berdarah di Distrik Aifat Selatan tersebut mengakibatkan dua prajurit TNI AL gugur. Selain Prada Marinir AS (Andi Suvio) dari Yonmar 7, satu rekan lainnya yakni Prada Marinir ES dari Yonmar 10 juga dinyatakan meninggal dunia.
Selain korban jiwa, satu prajurit lainnya berinisial Kopda Marinir ES dilaporkan dalam kondisi kritis dan tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) dr. R. Oetojo, Kota Sorong. Dalam insiden tersebut, dua pucuk senjata api milik prajurit dilaporkan dirampas oleh anggota KKB.
Respons TNI: Siaga Satu dan Pemetaan Wilayah Rawan
Menyusul insiden ini, Danrem 181/Praja Vira Tama (PVT) Brigjen TNI Slamet Riyadi menegaskan, pihaknya telah meningkatkan status kewaspadaan di wilayah Papua Barat Daya.
”Setelah kejadian ini, kami meningkatkan kewaspadaan, melakukan pemetaan wilayah rawan, serta memperketat pengawasan di lapangan,” ujar Slamet di depan RSAL Dr. R. Oetojo Sorong.
TNI saat ini tengah melakukan pengejaran terhadap kelompok yang bertanggung jawab atas penyerangan tersebut guna memulihkan stabilitas keamanan di wilayah Maybrat.






Tinggalkan Balasan