WARTA  

Sidak dari Balik Selimut: Bupati Pangandaran Evaluasi Total Layanan Kesehatan

BERITA ​PANGANDARAN – Meski sedang dalam kondisi kurang sehat dan harus menjalani perawatan medis, Bupati Pangandaran Citra Pitriyami, tetap menjalankan tugas kedinasannya dari ruang inap RSUD Pandega.

Alih-alih beristirahat total, Citra memanfaatkan momen tersebut untuk melakukan observasi langsung dan evaluasi mendalam terhadap kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Pangandaran.

​Dalam sebuah pertemuan terbatas di ruang perawatannya bersama jajaran dinas terkait, Citra mengungkapkan bahwa pengalamannya sebagai pasien memberikan perspektif baru mengenai titik-titik lemah layanan publik. Ia mengaku telah mencatat sejumlah laporan dan temuan lapangan yang dinilai sangat mengkhawatirkan.

​Soroti Etika dan Keramahan Petugas

​Salah satu poin paling tajam yang disoroti Bupati adalah perilaku petugas medis, baik di RSUD maupun Puskesmas, yang dianggap kurang responsif dan tidak ramah kepada pasien. Citra membeberkan laporan mengenai petugas di pendaftaran yang justru asyik mengobrol saat pasien sedang dalam kondisi kritis.

Baca juga:  Kasus Dugaan Pengeroyokan di Kawasan Grand Pangandaran Berakhir Damai melalui Restorative Justice

​”Saya sangat tidak mengharapkan itu. Ada orang depan mata sedang kesakitan, tapi petugas pendaftaran masih haha-hihi. Itu laporan ke saya banyak,” tegas Citra dalam nada bicara yang serius kepada jajaran Dinas Kesehatan.

Ia menekankan bahwa dalam pelayanan kesehatan, keramahan adalah faktor krusial karena objek yang dilayani adalah orang yang sedang menderita.

​Rencana Evaluasi Total Puskesmas

​Menindaklanjuti temuan tersebut, Bupati menginstruksikan Kepala Dinas Kesehatan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh Puskesmas di Kabupaten Pangandaran. Fokus evaluasi tidak hanya pada infrastruktur fisik, tetapi lebih ditekankan pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

​Rencana perbaikan yang akan ditempuh meliputi:
● Renovasi Fisik: Penataan ulang ruang rawat inap agar lebih cantik, indah dan nyaman bagi pasien.
● Audit SDM: Memperbaiki budaya kerja tenaga medis agar lebih “gercep” (gerak cepat) dan memiliki empati tinggi.
● Sistem Pelaporan Terbuka: Bupati berencana memasang kanal pengaduan di setiap sudut fasilitas kesehatan agar masyarakat bisa langsung melaporkan petugas yang tidak ramah.

Baca juga:  Libur Lebaran 2024 RSUD Pandega Pangandaran Tetap Membuka Pelayanan Kesehatan

​Sanksi Pemotongan TPP

​Sebagai bentuk ketegasan, Citra mengancam akan memberikan sanksi administratif berat bagi pegawai yang kinerjanya buruk. Ia menyatakan tidak segan untuk mencoret Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi tenaga medis yang terbukti melalaikan tugas atau tidak melayani masyarakat dengan santun.

​”Sudah, ini tidak bisa digugat. Ngapain kita punya gedung bagus kalau SDM-nya tidak diperbaiki. Pelayanan itu yang utama,” ucapnya.

Langkah “sidak dari tempat tidur” ini diharapkan menjadi peringatan keras bagi seluruh aparatur di sektor kesehatan untuk segera membenahi pola pelayanan mereka.

error: Content is protected !!