Eksklusif: Jeje Wiradinata dan Rapor Satu Tahun Citra-Ino: Dari Urusan APBD hingga Branding Politik

Ketua DPC PDI Perjuangan Pangandaran Jeje Wiradinata.

PANGANDARAN, CEKBER.com – Setahun sudah estafet kepemimpinan di sisi timur Jawa Barat berpindah tangan. Di tengah riuh dinamika politik pasca-transisi, Jeje Wiradinata akhirnya buka suara soal kinerja suksesornya. Mantan Bupati Pangandaran dua periode itu memberikan rapor hijau bagi pasangan Citra Pitriyami dan Ino Darsono.

Tak sekadar pujian normatif, Jeje menyoroti satu lompatan krusial: kemampuan Citra dalam menjinakkan rumitnya angka-angka di tabel Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang kini dinilai kian mumpuni.

Simak wawancara lengkap berikut ini;

Jurnalis: Pak Jeje, satu tahun sudah pasangan Citra Pitriyami dan Ino Darsono memimpin Pangandaran. Sebagai pendahulu sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan, bagaimana Bapak melihat arah kemudi pemerintahan mereka sejauh ini?

​Jeje Wiradinata:
“Kalau saya lihat, jalurnya sudah benar (on the right track). Memimpin Pangandaran itu tidak mudah, dinamikanya tinggi sekali. Tapi dalam setahun ini, kepemimpinan Bupati Citra sudah menunjukkan progres yang makin bagus. Beliau mampu menjaga stabilitas di tengah berbagai tantangan daerah.”

Baca juga:  Adang Sudirman Terpilih sebagai Ketua DPD PAN Pangandaran Periode 2025-2029

​Jurnalis: Tantangan yang paling krusial biasanya ada di sektor keuangan. Bapak sempat menyinggung soal penguasaan APBD. Sejauh mana kemajuan Bupati Citra di bidang ini?

​Jeje Wiradinata:
“Ini yang membuat saya cukup impresif. Saya melihat Citra mulai banyak belajar dan sekarang makin pintar membedah persoalan APBD. Beliau bukan tipe pemimpin yang hanya terima laporan ‘asal bapak senang’. Beliau mulai detail melihat pos-pos anggaran. Dalam manajerial pemerintahan, pemahaman angka itu vital, dan Citra sudah menunjukkan kapasitas itu dalam waktu singkat.”

​Jurnalis: Banyak yang menganggap pengaruh Bapak masih sangat kuat di belakang layar. Apakah Bapak masih sering melakukan ‘intervensi’ atau memberikan arahan khusus kepada Bupati?

​Jeje Wiradinata:
“(Tertawa) Saya ini sekarang lebih kepada posisi mentor jika dibutuhkan. Saya terkadang memberikan saran, tapi itu pun jika diminta. Saya menghormati fatsun politik dan privilese beliau sebagai bupati. Beliau punya gaya sendiri dan saya rasa itu penting agar kepemimpinannya punya karakter.”

Baca juga:  Seorang Tamu Hotel di Pangandaran Ditemukan Meninggal Dunia

​Jurnalis: Bicara soal karakter, Bapak menyebut Bupati Citra punya ‘branding’ sendiri. Apa yang membedakannya dengan gaya kepemimpinan Bapak dulu?

​Jeje Wiradinata:
“Setiap pemimpin ada masanya. Citra punya sentuhan yang berbeda, mungkin lebih humanis dan cair ke masyarakat bawah. Hasilnya, beliau makin dicintai rakyatnya. Beliau punya branding sebagai pemimpin yang mau mendengar. Sebagai Ketua DPC, tentu ini kebanggaan bagi kami di PDI Perjuangan karena kader kita mampu diterima dengan baik oleh publik.”

​Jurnalis: Namun, publik tentu tetap menyoroti kekurangan yang ada. Apakah ada catatan kritis dari Bapak untuk sisa masa jabatan mereka?

​Jeje Wiradinata:
“Kalau ada kurang sedikit-sedikit di sana-sini, ya wajar saja. Tidak ada pemerintahan yang sempurna di tahun pertama. Yang paling penting adalah bagaimana kekurangan itu dijadikan pelajaran. Dinamika di Pangandaran ini keras, tapi saya lihat hal itu justru membuat Citra makin kuat dan smart. Beliau tidak antikritik dan itu modal besar untuk memimpin.”

Baca juga:  Peringati HUT ke-17 SATRIA Gerindra Jawa Barat dengan Semangat Nasionalisme dan Kepedulian Sosial

​Jurnalis: Terakhir Pak, apa harapan Bapak untuk pasangan Citra-Ino di tahun-tahun mendatang?

​Jeje Wiradinata:
“Tetap fokus pada pelayanan rakyat dan selesaikan janji-janji kampanye. Fokus pada pembangunan yang berdampak langsung pada ekonomi masyarakat. Saya optimis, dengan kecerdasan manajerial yang makin terasah, mereka bisa membawa Pangandaran lebih hebat lagi.”

error: Content is protected !!